Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Kuliah Lapangan Di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh

Belasan mahasiswa dari Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan komunikasi UIN Ar- Raniry melakukan kegiatan belajar lapangan ke UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang di Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (27/02/2023) Para mahasiswa di dampingi oleh Bapak Mahdani Mucthar, A.KS,M.Si selaku dosen pengampu di mata kuliah Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan, Kebetulan Beliau juga bekerja di Dinas Sosial Provinsi Aceh. Kepala UPTD RSGS, Ibuk Intan Melya, A.KS, M,SI menyatakan banyak lansia yang terlantar, namun UPTD RSGS hanya mampu menyediakan 60 kuota untuk lansia yang terlantar, dikarnakan keterbatasan fasilitas. Ibuk Intan Melya, A.KS, M,SI menyatakan, dirinya telah mengabdi selama 23 tahun. Beliau menjelaskan secara detail keseharian para lansia. Dalam paparannya kepada mahasiswa, beliau mengatakan penerimaan lansia diawali dengan observasi. Lansia yang telah di observasi dilanjutkan ketahap registrasi, seperti verifikasi, persyaratan administrasi, serta pencatatan pada buku induk bagi lansia telantar yang tidak memiliki nomor induk kependudukan sebagai hak dasarnya. Tahap selanjutnya dilakukan pengungkapan masalah seperti diagnosa atau asessment lanjutan. Setelah melewati dua tahap tersebut, lansia masuk kepada penyusunan pemecahan masalah, seperti penentuan jenis pelayanan, persiapan penerima manfaat, persiapan sarana prasarana, dan penempatan lansia dalam wisma. Proses demi proses terlewati, dapat dilaksanakan pelayanan dan penyantunan. “ Hambatan ketika melakukan proses Asesment, lansia sering tutup mulut, sehingga kami mengalami kesulitan ketika meminta keterangan.” Ungkap Buk Intan.

Penyediaan fasilitas yang sediakan di UPTD RSGS seperti Ruang zikir, Ambulance, Mobil Haice, Taman, Wisma nenek, Wisma kakek, Kuburan dan lain-lain.

“ Lansia khususnya kakek-kakek boleh memilih masjid yang mana saja untuk melakukan shalat jumat, Lansia tersebut diantar dan di dampingi,” Ungkap Buk Intan. Para lansia diberikan bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial. Dengan indikator seperti Pelatih senam lansia, Pelatih keterampilan lansia, Penceramah, Zikir rutin, dan Pekerja Sosial profesional. Para mahasiswa di izinkan untuk berkunjung langsung ke wisma lansia nenek dan kakek. Ketika melakukan kunjungan, Mahasiswa membawa buah tangan berupa permen dan coklat. Konon katanya para lansia suka dengan yang manis-manis.

Penulis : Jihan Maghfirah Silwin dan Yola Afalia ( Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry)

Bagikan berita ini:
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter
Scroll to Top

Program studi:

Psikologi