Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mahasiswa prodi kesos (kesejahteraan sosial), berjuang keras supaya nama jurusan kesejahteraan sosial di kenal, khususnya di uin ar-raniry, karena jurusan ini masih baru, jurusan ini dulunya masih bergabung dengan jurusan PMI, pada tahun 2019 jurusan kesos (kesejahteraan sosial) ini berpisah dari PMI. Sehingga jurusan ini masih terbilang jurusan baru di uin ar raniry banda Aceh, sehingga jurusan ini belum punya akreditas, dimana mahasiswa prodi kesejahteraan sosial ini ingin membuat akreditas,
Jurusan ini belum terkenal seperti jurusan PMI (pengembangan masyarakat islam), MD (manajemen Dakwah), BKI (Bimbingan konsling Islam) dan lain-lain, karena jurusan ini belum ada angkatan yang lebih senior, jurusan ini masih ada angkatan tahun 2018 dan angkatan tahun 2019 belum ada angkatan-angkatan yang lain, Oleh karena itu mahasiswa prodi kesejahteraan sosial melakukan sebuah kegiatan supaya dengan ini yaitu jurusan kesejahteraan sosial akan ada akreditasnya.
Kegiatan yang di maksud di sini seperti membuat metode karya penulisan ilmiyah, dimana mahasiswa prodi kesejahteraan sosial ini, membuat sebuah opini ( tulisan) sendiri dimana kita harus berkarya membuat sebuah opini, bisa berbentuk puisi, cerita, dan berita.
Sesudahnya kita membuat opini tersebut, kita harus memuat opini kita itu bisa di muat ke media, media di sini bisa media apa saja seperti media AcehOnline, serambi dan media lain-lainnya.
Allhamdulilah,, mahasiswa prodi kesejahteraan sosial ini bisa membuat opini sendiri dan bisa di muat di media masa, tetapi mahasiswa prodi kesejahteraan sosial bukan saja melakukan kegiatan dari segi opini saja, dari segi olahraga, seni, tari, dan ke agamaan.
Supaya jurusan yang masih baru ini bisa lebih di kenal oleh seluruh uin ar raniry dan universitas lainnya walaupun jurusan kesejahteraan sosial ini masih umur 2 tahun.
Tetapi kami bisa menunjukkan ke kancah dunia bahwa jurusan kesejahteraan sosial ini jangan di pandang sebelah mata saja,
Jurusan kesejahteraan sosial ini tidak asing lagi di provinsi banda Aceh, jurusan ini sudah ada, seperti di UTU di mulabuh, sudah di kenal, tetapi di universitas islam negeri ar-raniry masih minim bahkan jurusan lain pun belum tau kalau jurusan kesejahteraan sosial ini ada di UIN ar-raniry pun, dengan demikian visi misi kami, ingin memajukan jurusan kesejahteraan sosial ini lebih di kenal oleh mahasiswa lain tidak hanya di UTU saja, di uin pun ada juga,
Ngomong-ngomong soal akreditas tadi, itu pun visi misi kami di mana di tahun 2020 ini harus ada akreditasnya, tugas tersebut kami yang bertanggung jawab bersama HMP kesos falkultas dakwah dan komunikasi, menjalin kekompakan, kebersamaan dan silahturahmi antar angkatan 2018 dan angkatan 2019, supaya lebih kompak supaya angkatan tahun depan lebih kompak lagi.
Sejarah ilmu kesejahteraan sosial, lebih di kenal di kawasan eropa, khususnya sebelum pada abad ke 16 dimana awal munculnya oleh kelompok keagamaan seperti agama Budha, Hindu, Islam, Konghucu, Kristen dan Yahudi.
Dan pada abad ke 13 s/d 18, dimana pada awal pemerintahan inggris mengeluarkan beberapa peraturan perundang-undangan untuk masalah kemeskinan yang di keluarkan oleh ratu Elizabeth, dimana salah salah satu undang-undang yang paling terkenal saat itu undang-undang di anggap sebagai cikal bekal intervesi pemerintah terhadap kesejahteraan sosial warga negaranya, lebih banyak di lakukan oleh sekelompok ke agamaan seperti keristen.
Usaha kesejahteraan sosial ini berasal dari nila-nilai yang terpercaya bahwa kemiskinan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat sesuatu yang tidak seharusnya terjadi, kemudian muncul kelompok relawan yang mengepuayakan pengembangan usaha-usaha kesejahteraan sosial ( kesos), usaha kesejahteraan sosial tersebut yang di lakukan oleh relawan yang di dasari semangat filantropis berkembang menjadi lebih terarah dan terorganisir di inggris maupun di amerika,
Sejarah pekerjaan sosial sangat terkait dengan relawan-relawan organisasi inilah yang kemudian mendorong terciptanya beragam usaha-usaha kesejahteraan sosial.
Di indonesia sendiri kesejahteraan sosial mulai terdengar semenjak pembukaan Undang-undang 1945 yaitu sebagai negara kesejahteraan dalam tahap ini mulai mengenal nilai-nilai taradisional yang di anut oleh bangasa indonesia dalam mendukung upaya perwujudan negara kesejahteraan.
Perkembangan kesejahteraan ini di lihat dari kondisi bangsa indonesia yang merdeka, Dengan demikian, perkembangan kesejahteraan sosial akan memahami perbedaan kondisi ini di harapkan kita dapat memahami bagaimana usaha kesejahteraan sosial di indonesia.
Jurusan kesejahteraan sosial ini dari pegawai pemerintah baik pusat maupun daerah di dukung pula oleh permasalahan sosial yang sering terjadi, permasalahan tersebut sering kali di tangani oleh pihak yang kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penangaannya,
Oleh karena itu jurusan kesejahteraan sosial ini mempunyai kewajiban untuk membentuk pemerintah dalam mengembangkan SDM (Sumber Daya Alam) terutama dalam bidang pembangunan.
Tujuan jurusan kesejahteraan sosial ini, selain memajukan jurusan dan menaikan akreditas tujuan lainnya, dari prodi kesejahteraan sosial ini, menyampaikan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik secara profisional yang dapat menemukan dan membangun ilmu di lansi jiwa kemanusiaan kesekarelaan dan profisional yang berpotensi pada nilai-nilai sosial.
Semoga jurusan yang baru ini mudah-mudahan bisa berhasil seperti jurusan-jurusan lainnya dan kekompakan sesama harus di jaga juga supaya nama kesejahteraan sosial lebih di kenal dari segi silahturahminya tetap terjaga dan gak ada penghalang yang bisa membuat nama kesos (kesejahteraan sosial) itu rusak citranya gara tidak kompak, semoga di tahun 2020 ini visi misi HMP kesos falkultas dakwah dan komunikasi tersampaikan, hidup mahasiswa, hidup kesos dan hidup Falkultas dakwah.
Semoga di tahun 2020 ini nama jurusan Kesejahteraan sosial ini bisa lebih di kenal khususnya di UIN ar-raniry.
Salam anak KESOs….
Semangat Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial Untuk Mewujudkan Nama Kesos Supaya dikenal Mahasiswa lainnya Khususnya di UIN Ar-Raniry Banda Aceh



